Sabtu, 11 Juni 2016

LAPORAN BUKU AWAL PENDAKIAN " SORI SIREGAR"




LAPORAN BUKU
“ AWAL PENDAKIAN ”
KARYA SORI SIREGAR
RISMA RIDAYANTI
NPM : 152151222
PENDIDIKAN MATEMATIKA


A.    Pendahuluan
Awal Pendakian adalah sebuah cerita menarik yang ditulis oleh seorang pengarang yang sudah tak asing lagi untuk pembaca sastra Indonesia dewasa ini yaitu Sori Siregar . Dalam novelnya yang terbaru ini dia menceritakan kehidupan seorang tokoh di tengah-tengah lingkungan yang penuh dengan ketidakberesan.
Danial, tokoh cerita ini, menjadi seorang yang mudah tersinggung karena kenyataan. Dia muak dengan segala yang berlangsung di kantornya di antara teman-temannya. Sekalipun punya perasaan yang halus, namun karena tidak sabar dan mudah tersinggung, Danial sering cepat perang dan mudah sekali menggunakan kekerasan. Akibatnya, dia dipencilkan dan dianggap sangat sinting.
Buku Cerita Awal Pendakian, karya Sori Siregar merupakan cerita cetakan ke-7 dan diterbitkan tahun 2004 Oleh Penerbit BalaiPustaka. Buku Cerita ini berukuran 14,4 x 21 cm, buku cerita ini telah mengalami tujuh  kali cetakan.Cetakan pertama pada tahun 1983, Cetakan kedua pada tahun 1992, Cetakan ketiga pada tahun 1992,Cetakan keempat pada tahun 1993, Cetakan kelima pada tahun 1995, Cetakan keenam pada tahun 1997, Cetakan ketujuh pada tahun 2004.
Buku Cerita Awal Pendakian karya Sori Siregar terdiri atas 10 bab. Pada babak awal di dalam cerita ini menceritakan tentang Danial dan kawan-kawan lamanya yang sedang berkunjung ke rumah teman Danial yaitu Dokter Kahar, untuk membicarakan penyakit yang dialaminya yang suka marah marah dan kekerasan.
Cerita Awal Pendakian ini secara halus menitipkan pesan  yang ada dalam cerita ini bahwa untuk menegakkan kebenaran seseorang tak perlu mengambil sikap keras.

B.     Ringkasan Buku
Buku Cerita yang berjudul “ Awal Pendakian ” Karya Sori Siregar terdiri dari 10 bab. Secara Lebih terperinci isi cerita ini dapat diuraikan sebagai berikut :
Malam telah tiba, saat itu Danial telah tiba di rumah Dokter Kahar dan ia pun mengetuk pintu rumah Dokter Kahar. Setelah beberapa kali ketukan, seorang perempuan keluar dan itu adalah pembantu Dokter Kahar. Dokter Kahar adalah dokter ahli penyakit kulit dan kelamin, tetapi dulu ia sempat belajar ahli jiwa. Akhirnya Danial menanyakan tentang keberadaan teman baiknya itu, tapi ternyata saat itu dokter Kahar tidak ada di rumahnya, ia berada di rumah Dokter Rahim. Akhirnya Danial pun segera ke rumah Dokter rahim untuk menemui sahabat karibnya itu, tetapi Danial mendapatkan kesialan lagi karena ternyata sesampainya di sana orang yang dicarinya tidak bisa diganggu, dengan alasan sedang ada rapat. Beberapa menit telah dilalui Danial untuk menunggu sahabatnya selesai dari rapatnya. Orang yang dicari pun tak kunjung keluar, akhirnya ia memutuskan untuk langsung bertemu dengan Dokter Kahar tanpa memperdulikan rapatnya. Pada saat Danial masuk ia terkejut karena sahabat yang dicarinya bukan sedang rapat tetapi sedang berjudi dengan dokter-dokter lainnya. Kemarahan Danial sudah tidak bisa dipendam lagi, ia langsung memarahi sahabatnya. Walaupun seperti itu Dokter Kahar adalah orang yang sabar dan peduli. Ia hanya tersenyum saat Danial masuk ke ruangan tempat ia berjudi. Danial mulai mengeluarkan kata kasarnya untuk memarahi teman baiknya itu,tetapi Dokter Kahar tetap memandang Danial dengan senyuman.
Esok harinya Danial bangun dengan tubuh yang cukup bugar di rumahnya. Tetapi kini berita tentang Dokter Rahim tersebar keseluruh surat kabar. Dalam berita disebutkan bahwa Dokter Rahim telah menyalahgunakan uang negara dalam pembelian alat-alat kedokteran. Selesai Danial membacakan berita itu, Danial berpikir, mungkin Dokter Rahim kalah judi dan resikonya ia terpaksa menggunakan uang negara agar bebas dari hutang judi. Dari situ Danial berpikir tentang Dokter Kahar yang kini ikut berjudi karena dulu Dokter Kahar termasuk orang yang terpandang baik. Akhirnya Danial memutuskan untuk keluar rumah dan mencari moment-moment yang  berkesan. Pohon ketapang di samping kantin mulai ramai. Pagi itu ada yang mengobrol, makan, dan bermain. Setelah beberapa lama, Danial kembali ke tempat kerjanya, ia melewati beberapa lorong. Di depan kamar hononarium ia berhenti dan menjenguk ke dalam. Ada 5 orang di dalamnya dan hanya 2 orang yang dikenalnya. Keduanya guru sekolah taman kanak-kanak. Lalu Danial mengunjungi Kepala Urusan Hononarium. Danil memperhatikan Kepala hononarium sedang sibuk, akhirnya Danial hanya duduk di depan meja Kepala. Beberapa menit kemudian Kepala honor memanggil satu persatu orang yang sedang menunggu, lalu mereka memberikan  sejumlah uang dan meminta mereka satu persatu menandatangani kwitansi tanda terima.Tak lama Danial meninggalkan ruangan Kepala itu.
Pagi telah menyapa kedua sahabat itu. Danial dan Dokter Kahar duduk di kursi mereka yang menghadap ke arah perbukitan, di halaman restoran yang luas itu mereka memesan minuman dingin. Di sana Danial mulai menceritakan pengalamannya dengann Robson. Danial berkenalan dengan Robson, Paul Robson, ketika ia membantu Haris yang sedang bekerja di travel biro sebagai guide. Danial hanya menjadi guide selama dua hari. Entah mengapa Robson begitu tertarik dengan Danial. Ia lalu menceritakan halnya kepada Danial. Robson lahir ke dunia bukan karena keinginan ibunya. Lalu ibunya menyerahkan Robson pada panti asuhan. Ibu dan ayahnya sudah lama tidak sejalan, akhirnya mereka bercerai tanpa siapa pun yang tahu. Setelah tiga tahun Robson diasuh oleh neneknya dan kakeknya Robson. Dari kedua orang tuanya itulah Robson mengetahui sejarah hidupnya. Karena ayahnya keburu meninggal ia hanya dapat bertemu dengan ibunya. Pertemuannya dengan ibunya tidak lama. Ibunya menyambut Robson dengan dingin, apalagi ia kini telah menikah lagi. Robson meninggalkan ibunya dengan perasaan terluka. Sampai ia meninggalkan ibunya, Robson tetap mencintai ibunya. Surat demi surat ditulis dan dikirim kepada ibunya tanpa balasan satu pun dari ibunya. Menjelang natal ia mengirimkan hadiah untuk sang ibu. Hadiah itu berupa barang yang ia beli di toko yaitu pakaian termahal. Robson mengantri panjang di kantor pos hanya karena ia ingin mengirimkan hadiah natal untuk ibunya. Tetapi saat ia mengingat kejadian yang telah membuatnya luka, akhirnya ia pun pulang dan membakar hadiah tersebut. Tetapi hingga kini ia tetap menulis surat untuk ibunya. Begitulah cerita yang diceritakan Danial kepada Dokter Kahar.Di situ Danial menyadari bahwa terdapat persamaan diantara ia dengan Robson hanya ibu Danial sangat mencintai Danial hingga membesarkannya. Danial pun terdiam dan berpikir.
Hari bergotong royong pun tiba, tetapi Danial berpikir bahwa ia tak perlu mendatangi acara gotong raoyong itu, karena ia berpikir jika ia banyak yang mengikuti gotong royong itu maka PU akan malas. Kepala lorong yang berusaha mengajak Danial untuk ikut, langsung berdiam dan meninggalkan Danial.Ketika beberapa orang mengeruk parit untuk membersihkan rumput, mereka menyempatkan diri untuk melihat ke arah Danial. Mereka berpikir Danial memang malas, tetapi kepala lorong mengatakan bahwa ia sedang sakit. Beberapa hari kemudian, di taman di tengah kota. Danial duduk di sana sambil menghisap rokok. Pagi itu Danial tidak masuk kerja karena malas. Di depannya ada wartawan yang sedang memantau kegiatan-kegiatan yang dilakukan banyak orang termasuk anak-anak. Tiba-tiba sahabat karibnya pun datang. Dokter Kahar memberikan suatu cerita yang mencerminkan kehidupan seseorang bahwa orang seperti batang pisang, begitu ditebang akn membusuk dan tidak punya nilai lagi. Cerita Danial dengan Robson kepada ibu, membuat Dokter Kahar berdoa untuk pertama kalinya sejak ia menjadi dokter. Danial berpalinng menatap Dokter Kahar dan mulai mengerti apa yang dikatakan sahabatnya, bahwa saat ini Danial baru memulai pendakian yang sukar. Tetapi ia yakin bahwa ia bisa sampai ke puncak. Pohon-pohon rindang yang memberikan keteduhan dan bunga-bunga yang memeberikan kesejukan memandang tidak akan pernah ada di tempat itu, kalau tidak ada orang yang memikirkan pentingnya arti taman itu bagi warga kota.
C.    Pembahasan
Danial adalah orang yang blak-blakan bila menghadapi keadaan yang menurutnya tidak benar. Bahkan, dia tak segan-segan main tangan. Gara-gara itu teman sekantor dan tetangganya menganggap dia sakit. Dia menyadari itu dan merasa ada yang salah pada dirinya. Tapi, Dokter Kahar, karibnya sejak dulu yang suka diajak diskusi tentang itu, selalu menyangkalnya dan memberinya masukan. Seiring dengan itu, konflik Paul Robson, kenalan Danial, dan ibunya mengusik batin Danial. Ketegangan batin Danial adalah sorotan utama keseluruhan isi Awal Pendakian.
Sayang sekali, permasalahan itu tidak didukung oleh pemplotan dalam Awal Pendakian. Ada sepuluh bab. Kalau bukan interaksi antara Danial dan Dokter Kahar atau renungan Danial, isinya adalah adegan Danial berhadapan dengan beragam masalah di sekitarnya. Dari kemalasan pegawai sekantor, kepentingan-kepentingan dalam kerja bakti di lingkungannya, keberantakan peninjauan ke desa-desa, sampai pemukulan Parjo, seorang kenalan Danial. Sementara itu, adegan dengan Dokter Kahar berisi perbincangan tentang masalah yang dialami Danial. Makin ke sini makin gelisah dia. Masalahnya, bagian awal tiap bab mengesankan seolah-olah bab itu berdiri sendiri, dan bagian akhir tiap bab seolah-olah cerita sudah selesai. Laju antar bab jadi terasa tidak sinambung, sehingga pergolakan pada suatu bab selalu didinginkan kembali lagi pada bagian akhirnya, dan pada bab selanjutnya pergolakan mesti dipanaskan lagi. Begitu seterusnya. Rasanya seperti berulang-ulang menyalakan mesin motor tanpa dilanjutkan dengan memakainya. Meskipun begitu, ada kekecualian. Laju cerita dari bab pertama ke bab kedua, dan dari bab sembilan ke bab sepuluh lancar.
Persoalan lain yang terselip dalam pembicaraan Danial dan Dokter Kahar adalah kisah Paul Robson. Danial membanding-bandingkan dirinya dengan Paul Robson. Hubungan Paul Robson dengan ibunya buruk. Sejak kecil dia ditelantarkan sehingga tinggal bersama orang lain. Saat dewasa dia menulis setumpuk surat yang tak pernah dikirimkan untuk ibunya. Sementara itu, Danial begitu dekat dengan ibunya sampai-sampai dia bisa marah-marah pada orang lain, tapi tidak pada ibunya. Danial sangat terhisap ke dalam kisah hubungan Paul Robson dan ibunya. Persoalan ini jadi salah satu kunci pemecahan pergolakan batin Danial.
Sepanjang cerita ada dua detail yang berkesan bagi saya. Pertama, penggambaran kantor-kantor desa yang didatangi Danial dkk. untuk dinilai dalam rangka lomba desa terbaik. Kantor desa itu hampir selalu tutup. Hal yang mencolok dari tempat itu adalah data-data kependudukan yang tertempel di dinding yang entah kapan terakhir dimutakhirkan, dan ventilasinya. Kedua, penggambaran keadaan sebuah taman di bab terakhir. Taman itu sangat tentram.
Pesan Moral:
Ø  kita harus bisa menghargai hidup.
Ø  harus bisa bekerja atau membantu orang lain demi kepentingan bersama.
Ø  harus bisa menjaga hubungan persahabatan.
Ø  kita harus bisa menghilangkan sifat egois dan emosian yang kita miliki.
Disamping Kelebihan yang dimiliki pada Buku Novel ini, ada juga kelemahan pada buku Novel ini. Di dalam menceritakan suatu cerita yang  selalu menceritakan seorang Danial yang berciri khasnya sebagai orang gila yang suka kekerasan terhadap suatu hal, sehingga pembaca merasa bosan dengan sebuah cerita hanya itu saja, Tidak ada action atau cerita yang mengandung Romantisme dalam keluarganya Danial Sehingga para remaja kalau seandainya dimasukkkan unsur Romantisme yang cukup, mungkin pembaca tidak akan jenuh untuk membacanya dan menghayatinya.  
D.    Penutup
Berdasarkan uraian isi buku dan pembahasan pada bagian sebelumnya dapat menyimpulkan beberapa hal sebagai berikut :
Danial yang cepat sekali marah terhadap suatu hal dan sering menggunakan dengan kekerasan, sehingga di pencilkan oleh orang orang sebagai orang gila, tetapi dibalik sikap kekerasan tersebut ada beberapa pesan moral yang wajib kita ambil, dimulai dari sikap kita yang harus menghargai hidup, harus bisa bekerja atau membantu orang lain demi kepentingan bersama, harus bisa menjaga hubungan persahabatan, kita harus bisa menghilangkan sifat egois dan emosian yang kita miliki. Dahulu Danial yang dianggap tidak berarti oleh teman-temannya, sekarang teman-teman Danial menyadari bahwa perkataan Danial memang benar-benar baik, hanya saja cara penyampaian Danil dan Sikap Danial yang kurang baik yaitu selalu dengan kekerasan. 
Daftar Pustaka
Siregar, Sori. ( 2004 ). Awal Pendakian. Jakarta: Balai Pustaka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar