LAPORAN BUKU
“ AWAL PENDAKIAN ”
KARYA SORI SIREGAR
RISMA RIDAYANTI
NPM : 152151222
PENDIDIKAN MATEMATIKA
A. Pendahuluan
Awal Pendakian adalah sebuah cerita menarik
yang ditulis oleh seorang pengarang yang sudah tak asing lagi untuk pembaca
sastra Indonesia dewasa ini yaitu Sori Siregar . Dalam novelnya yang terbaru
ini dia menceritakan kehidupan seorang tokoh di tengah-tengah lingkungan yang
penuh dengan ketidakberesan.
Danial, tokoh cerita ini, menjadi seorang
yang mudah tersinggung karena kenyataan. Dia muak dengan segala yang
berlangsung di kantornya di antara teman-temannya. Sekalipun punya perasaan
yang halus, namun karena tidak sabar dan mudah tersinggung, Danial sering cepat
perang dan mudah sekali menggunakan kekerasan. Akibatnya, dia dipencilkan dan
dianggap sangat sinting.
Buku Cerita Awal Pendakian, karya Sori
Siregar merupakan cerita cetakan ke-7 dan diterbitkan tahun 2004 Oleh Penerbit
BalaiPustaka. Buku Cerita ini berukuran 14,4 x 21 cm, buku cerita ini telah
mengalami tujuh kali cetakan.Cetakan
pertama pada tahun 1983, Cetakan kedua pada tahun 1992, Cetakan ketiga pada
tahun 1992,Cetakan keempat pada tahun 1993, Cetakan kelima pada tahun 1995,
Cetakan keenam pada tahun 1997, Cetakan ketujuh pada tahun 2004.
Buku Cerita Awal Pendakian karya Sori
Siregar terdiri atas 10 bab. Pada babak awal di dalam cerita ini menceritakan
tentang Danial dan kawan-kawan lamanya yang sedang berkunjung ke rumah teman Danial
yaitu Dokter Kahar, untuk membicarakan penyakit yang dialaminya yang suka marah
marah dan kekerasan.
Cerita Awal Pendakian ini secara halus
menitipkan pesan yang ada dalam cerita
ini bahwa untuk menegakkan kebenaran seseorang tak perlu mengambil sikap keras.
B. Ringkasan
Buku
Buku Cerita yang berjudul “ Awal Pendakian
” Karya Sori Siregar terdiri dari 10 bab. Secara Lebih terperinci isi cerita
ini dapat diuraikan sebagai berikut :
Malam telah tiba, saat itu Danial telah tiba di rumah Dokter Kahar
dan ia pun mengetuk pintu rumah Dokter Kahar. Setelah beberapa kali ketukan,
seorang perempuan keluar dan itu adalah pembantu Dokter Kahar. Dokter Kahar
adalah dokter ahli penyakit kulit dan kelamin, tetapi dulu ia
sempat belajar ahli jiwa. Akhirnya Danial menanyakan tentang keberadaan
teman baiknya itu, tapi ternyata saat itu dokter Kahar tidak ada di rumahnya,
ia berada di rumah Dokter Rahim. Akhirnya Danial pun segera ke rumah Dokter
rahim untuk menemui sahabat karibnya itu, tetapi Danial mendapatkan kesialan
lagi karena ternyata sesampainya di sana orang yang dicarinya tidak bisa
diganggu, dengan alasan sedang ada rapat. Beberapa menit telah dilalui Danial
untuk menunggu sahabatnya selesai dari rapatnya. Orang yang dicari pun tak
kunjung keluar, akhirnya ia memutuskan untuk langsung bertemu dengan Dokter
Kahar tanpa memperdulikan rapatnya. Pada saat Danial masuk ia terkejut karena
sahabat yang dicarinya bukan sedang rapat tetapi sedang berjudi dengan
dokter-dokter lainnya. Kemarahan Danial sudah tidak bisa dipendam lagi, ia
langsung memarahi sahabatnya. Walaupun seperti itu Dokter Kahar adalah orang
yang sabar dan peduli. Ia hanya tersenyum saat Danial masuk ke ruangan tempat
ia berjudi. Danial mulai mengeluarkan kata kasarnya untuk memarahi teman
baiknya itu,tetapi Dokter Kahar tetap memandang Danial dengan senyuman.
Esok harinya Danial bangun dengan tubuh yang cukup bugar di
rumahnya. Tetapi kini berita tentang Dokter Rahim tersebar keseluruh surat kabar.
Dalam berita disebutkan bahwa Dokter Rahim telah menyalahgunakan uang negara
dalam pembelian alat-alat kedokteran. Selesai Danial membacakan berita itu,
Danial berpikir, mungkin Dokter Rahim kalah judi dan resikonya ia terpaksa
menggunakan uang negara agar bebas dari hutang judi. Dari situ Danial berpikir
tentang Dokter Kahar yang kini ikut berjudi karena dulu Dokter Kahar termasuk
orang yang terpandang baik. Akhirnya Danial memutuskan untuk keluar rumah
dan mencari moment-moment yang berkesan. Pohon
ketapang di samping kantin mulai ramai. Pagi
itu ada
yang mengobrol, makan, dan bermain. Setelah
beberapa lama, Danial kembali ke tempat kerjanya, ia melewati beberapa
lorong. Di depan kamar hononarium ia berhenti dan menjenguk ke dalam. Ada 5
orang di dalamnya dan hanya 2 orang yang dikenalnya. Keduanya guru sekolah
taman kanak-kanak. Lalu Danial mengunjungi Kepala Urusan Hononarium. Danil
memperhatikan Kepala hononarium sedang sibuk, akhirnya Danial hanya duduk di
depan meja Kepala. Beberapa menit kemudian Kepala honor
memanggil satu persatu orang yang sedang menunggu, lalu mereka
memberikan sejumlah uang dan meminta mereka satu persatu menandatangani
kwitansi tanda terima.Tak lama Danial
meninggalkan ruangan Kepala itu.
Pagi telah menyapa kedua sahabat itu. Danial dan Dokter Kahar duduk
di kursi mereka yang menghadap ke arah perbukitan, di halaman restoran yang
luas itu mereka memesan minuman dingin. Di sana Danial mulai menceritakan
pengalamannya dengann Robson. Danial berkenalan dengan Robson, Paul Robson,
ketika ia membantu Haris yang sedang bekerja di travel biro sebagai guide.
Danial hanya menjadi guide selama dua
hari. Entah mengapa Robson begitu tertarik dengan Danial. Ia lalu menceritakan
halnya kepada Danial. Robson lahir ke dunia bukan karena keinginan ibunya. Lalu
ibunya menyerahkan Robson pada panti asuhan. Ibu dan ayahnya sudah lama tidak
sejalan, akhirnya mereka bercerai tanpa siapa pun yang tahu. Setelah tiga tahun
Robson diasuh oleh neneknya dan kakeknya Robson. Dari kedua orang tuanya itulah
Robson mengetahui sejarah hidupnya. Karena ayahnya keburu meninggal ia hanya
dapat bertemu dengan ibunya. Pertemuannya dengan ibunya tidak lama. Ibunya
menyambut Robson dengan dingin, apalagi ia kini telah menikah lagi. Robson
meninggalkan ibunya dengan perasaan terluka. Sampai ia meninggalkan ibunya,
Robson tetap mencintai ibunya. Surat demi surat ditulis dan dikirim kepada
ibunya tanpa balasan satu pun dari ibunya. Menjelang natal ia mengirimkan
hadiah untuk sang ibu. Hadiah itu berupa barang yang ia beli di toko yaitu
pakaian termahal. Robson mengantri panjang di kantor pos hanya karena ia ingin
mengirimkan hadiah natal untuk ibunya. Tetapi saat ia mengingat kejadian yang
telah membuatnya luka, akhirnya ia pun pulang dan membakar hadiah tersebut. Tetapi
hingga kini ia tetap menulis surat untuk ibunya. Begitulah cerita yang
diceritakan Danial kepada Dokter Kahar.Di
situ Danial menyadari bahwa terdapat persamaan diantara ia dengan Robson
hanya ibu Danial sangat mencintai Danial hingga membesarkannya. Danial pun
terdiam dan berpikir.
Hari bergotong royong pun tiba, tetapi Danial berpikir bahwa ia tak
perlu mendatangi acara gotong raoyong itu, karena ia berpikir jika ia banyak
yang mengikuti gotong royong itu maka PU akan malas. Kepala lorong yang
berusaha mengajak Danial untuk ikut, langsung berdiam dan meninggalkan
Danial.Ketika beberapa orang mengeruk parit untuk membersihkan rumput, mereka
menyempatkan diri untuk melihat ke arah Danial. Mereka berpikir Danial memang
malas, tetapi kepala lorong mengatakan bahwa ia sedang sakit. Beberapa
hari kemudian, di taman di tengah kota. Danial duduk di sana sambil
menghisap rokok. Pagi itu Danial tidak masuk kerja karena malas. Di depannya
ada wartawan yang sedang memantau kegiatan-kegiatan yang dilakukan banyak orang
termasuk anak-anak. Tiba-tiba sahabat karibnya pun datang. Dokter
Kahar memberikan suatu cerita yang mencerminkan kehidupan seseorang bahwa orang
seperti batang pisang, begitu ditebang akn membusuk dan tidak punya nilai lagi.
Cerita Danial dengan Robson kepada ibu, membuat Dokter Kahar berdoa untuk
pertama kalinya sejak ia menjadi dokter. Danial berpalinng menatap Dokter Kahar
dan mulai mengerti apa yang dikatakan sahabatnya, bahwa saat ini Danial baru
memulai pendakian yang sukar. Tetapi ia yakin bahwa ia bisa sampai ke puncak. Pohon-pohon rindang yang memberikan
keteduhan dan bunga-bunga yang memeberikan kesejukan memandang tidak akan
pernah ada di tempat itu, kalau tidak ada orang yang memikirkan pentingnya arti
taman itu bagi warga kota.
C. Pembahasan
Danial adalah orang yang blak-blakan bila menghadapi
keadaan yang menurutnya tidak benar. Bahkan, dia tak segan-segan main tangan.
Gara-gara itu teman sekantor dan tetangganya menganggap dia sakit. Dia
menyadari itu dan merasa ada yang salah pada dirinya. Tapi, Dokter Kahar,
karibnya sejak dulu yang suka diajak diskusi tentang itu, selalu menyangkalnya
dan memberinya masukan. Seiring dengan itu, konflik Paul Robson, kenalan
Danial, dan ibunya mengusik batin Danial. Ketegangan batin Danial adalah
sorotan utama keseluruhan isi Awal Pendakian.
Sayang sekali, permasalahan itu tidak didukung oleh
pemplotan dalam Awal Pendakian. Ada sepuluh bab. Kalau bukan interaksi antara
Danial dan Dokter Kahar atau renungan Danial, isinya adalah adegan Danial
berhadapan dengan beragam masalah di sekitarnya. Dari kemalasan pegawai
sekantor, kepentingan-kepentingan dalam kerja bakti di lingkungannya,
keberantakan peninjauan ke desa-desa, sampai pemukulan Parjo, seorang kenalan
Danial. Sementara itu, adegan dengan Dokter Kahar berisi perbincangan tentang
masalah yang dialami Danial. Makin ke sini makin gelisah dia. Masalahnya,
bagian awal tiap bab mengesankan seolah-olah bab itu berdiri sendiri, dan
bagian akhir tiap bab seolah-olah cerita sudah selesai. Laju antar bab jadi
terasa tidak sinambung, sehingga pergolakan pada suatu bab selalu didinginkan
kembali lagi pada bagian akhirnya, dan pada bab selanjutnya pergolakan mesti
dipanaskan lagi. Begitu seterusnya. Rasanya seperti berulang-ulang menyalakan
mesin motor tanpa dilanjutkan dengan memakainya. Meskipun begitu, ada
kekecualian. Laju cerita dari bab pertama ke bab kedua, dan dari bab sembilan
ke bab sepuluh lancar.
Persoalan lain yang terselip dalam pembicaraan Danial
dan Dokter Kahar adalah kisah Paul Robson. Danial membanding-bandingkan dirinya
dengan Paul Robson. Hubungan Paul Robson dengan ibunya buruk. Sejak kecil dia
ditelantarkan sehingga tinggal bersama orang lain. Saat dewasa dia menulis
setumpuk surat yang tak pernah dikirimkan untuk ibunya. Sementara itu, Danial
begitu dekat dengan ibunya sampai-sampai dia bisa marah-marah pada orang lain,
tapi tidak pada ibunya. Danial sangat terhisap ke dalam kisah hubungan Paul
Robson dan ibunya. Persoalan ini jadi salah satu kunci pemecahan pergolakan
batin Danial.
Sepanjang cerita ada dua detail yang berkesan bagi
saya. Pertama, penggambaran kantor-kantor desa yang didatangi Danial dkk. untuk
dinilai dalam rangka lomba desa terbaik. Kantor desa itu hampir selalu tutup.
Hal yang mencolok dari tempat itu adalah data-data kependudukan yang tertempel
di dinding yang entah kapan terakhir dimutakhirkan, dan ventilasinya. Kedua,
penggambaran keadaan sebuah taman di bab terakhir. Taman itu sangat tentram.
Pesan Moral:
Ø kita
harus bisa menghargai hidup.
Ø harus
bisa bekerja atau membantu orang lain demi kepentingan bersama.
Ø harus
bisa menjaga hubungan persahabatan.
Ø kita
harus bisa menghilangkan sifat egois dan emosian yang kita miliki.
Disamping
Kelebihan yang dimiliki pada Buku Novel ini, ada juga kelemahan pada buku Novel
ini. Di dalam menceritakan suatu cerita yang selalu menceritakan seorang Danial yang
berciri khasnya sebagai orang gila yang suka kekerasan terhadap suatu hal,
sehingga pembaca merasa bosan dengan sebuah cerita hanya itu saja, Tidak ada
action atau cerita yang mengandung Romantisme dalam keluarganya Danial Sehingga
para remaja kalau seandainya dimasukkkan unsur Romantisme yang cukup, mungkin
pembaca tidak akan jenuh untuk membacanya dan menghayatinya.
D. Penutup
Berdasarkan uraian isi buku dan pembahasan pada bagian sebelumnya dapat menyimpulkan
beberapa hal sebagai berikut :
Danial
yang cepat sekali marah terhadap suatu hal dan sering menggunakan dengan
kekerasan, sehingga di pencilkan oleh orang orang sebagai orang gila, tetapi
dibalik sikap kekerasan tersebut ada beberapa pesan moral yang wajib kita
ambil, dimulai dari sikap kita yang harus menghargai hidup, harus bisa bekerja
atau membantu orang lain demi kepentingan bersama, harus bisa menjaga hubungan
persahabatan, kita harus bisa menghilangkan sifat egois dan emosian yang kita
miliki. Dahulu Danial yang dianggap tidak berarti oleh teman-temannya, sekarang
teman-teman Danial menyadari bahwa perkataan Danial memang benar-benar baik,
hanya saja cara penyampaian Danil dan Sikap Danial yang kurang baik yaitu
selalu dengan kekerasan.
Daftar Pustaka
Siregar, Sori. ( 2004 ). Awal Pendakian.
Jakarta: Balai Pustaka.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar